Program “Berida Tutur untuk Anakku” Ajak Anak-Anak Mengenal Kekayaan Budaya Melalui Sastra Lisan

PEKANBARU (SP) – Program “Berida Tutur untuk Anakku,” yang diinisiasi oleh Siti Salmah selaku Direktur Program Berida Tutur, telah mendapat sambutan hangat dari berbagai pihak. Program ini dirancang untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan tradisi sastra lisan kepada anak-anak melalui pendekatan yang menyenangkan dan interaktif.

Nordiana Jesika, salah satu penutur sekaligus pengajar dalam program ini, memberikan apresiasi positif terhadap kegiatan tersebut. Ia menyatakan bahwa program ini sangat penting dalam membangun imajinasi, keterampilan berbicara, serta pemahaman anak-anak terhadap nilai-nilai moral yang terkandung dalam cerita tradisional.

“Tanggapan positif untuk kegiatan berida tutur bagi anak-anak adalah sangat penting karena kegiatan ini dapat menjadi sarana yang efektif untuk memperkenalkan mereka pada kekayaan budaya dan tradisi sastra lisan. Anak-anak tidak hanya belajar mendengarkan dan memahami cerita, tetapi juga mengembangkan keterampilan berbicara, imajinasi, dan nilai-nilai moral yang terkandung dalam cerita-cerita tersebut,” ujar Nordiana.

Program ini tidak hanya bertujuan mendidik anak-anak tentang cerita rakyat, tetapi juga menjadi sarana pewarisan budaya kepada generasi muda agar mereka tetap terhubung dengan akar budaya mereka. Hal ini, menurut Nordiana, memperkuat identitas budaya, menjaga keberagaman bahasa dan cerita tradisional, serta mempererat hubungan antar generasi.

Siti Salmah, sebagai inisiator program, menegaskan bahwa “Berida Tutur untuk Anakku” diharapkan dapat menciptakan generasi yang cinta budaya dan peduli terhadap pelestarian tradisi di tengah arus globalisasi. Ia menyampaikan harapannya agar anak-anak tidak hanya memahami nilai-nilai moral dari cerita rakyat, tetapi juga menumbuhkan rasa cinta terhadap bahasa dan sastra daerah, serta menguatkan identitas budaya mereka.

Dalam jangka panjang, program ini diharapkan dapat memberikan dampak yang signifikan, baik dalam melestarikan tradisi maupun membangun generasi muda yang lebih peka terhadap keberagaman budaya. Melalui cerita-cerita tradisional yang mengandung kearifan lokal, seperti gotong-royong, kejujuran, dan penghormatan terhadap alam, anak-anak diajak untuk menghargai warisan budaya yang menjadi bagian penting dari identitas mereka.

“Berida Tutur untuk Anakku” adalah sebuah langkah konkret untuk menjaga tradisi sastra lisan tetap hidup dan relevan. Semoga program ini bisa terus berkembang dan memberikan manfaat bagi banyak anak di seluruh Indonesia,” tutup Siti Salmah.

Mengenal Lebih Jauh Pentingnya Sastra Lisan untuk Anak-Anak
Sastra lisan, sebagai warisan budaya yang kaya akan nilai-nilai moral dan filosofis, berperan penting dalam membentuk karakter generasi muda. Cerita-cerita rakyat yang diwariskan secara turun-temurun tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga sebagai media pendidikan yang menanamkan berbagai pelajaran hidup. Nilai-nilai seperti keberanian, kejujuran, kerja sama, hingga penghormatan terhadap orang tua dan lingkungan, sering kali menjadi pesan utama dalam cerita rakyat.

Melalui program ini, anak-anak diperkenalkan pada keindahan bahasa dan cerita tradisional yang khas dari setiap daerah di Indonesia. Proses bercerita yang dilakukan secara interaktif, di mana anak-anak dilibatkan dalam diskusi dan penuturan ulang cerita, menjadikan kegiatan ini tidak hanya edukatif, tetapi juga menyenangkan. Selain itu, melalui cerita-cerita ini, anak-anak juga diajarkan untuk berpikir kritis, memahami konteks budaya, dan menghormati perbedaan.

Tidak kalah penting, “Berida Tutur untuk Anakku” juga memiliki misi mempererat hubungan antara anak-anak dan orang tua. Dengan melibatkan orang tua sebagai pendengar atau bahkan penutur dalam kegiatan ini, tercipta momen kebersamaan yang berharga. Cerita-cerita yang dituturkan menjadi jembatan untuk saling berbagi pengalaman, nilai-nilai kehidupan, dan rasa kasih sayang yang lebih mendalam.

Sebagai langkah awal, program ini telah sukses menarik perhatian masyarakat lokal di Tapanuli Selatan dan sekitarnya. Siti Salmah berharap ke depan, program ini dapat diperluas ke berbagai daerah di Indonesia, sehingga semakin banyak anak-anak yang bisa merasakan manfaatnya.

“Sastra lisan adalah cerminan identitas bangsa yang harus kita jaga bersama. Dengan menanamkan kecintaan terhadap cerita rakyat sejak usia dini, kita tidak hanya melestarikan tradisi, tetapi juga menanamkan kebanggaan dan rasa tanggung jawab kepada generasi muda untuk terus merawatnya,” pungkas Siti Salmah.

Dengan visi besar untuk membangun generasi muda yang cinta budaya dan peka terhadap keberagaman, “Berida Tutur untuk Anakku” diharapkan menjadi salah satu tonggak penting dalam pelestarian warisan budaya Indonesia. Program ini adalah bukti nyata bahwa melalui cerita, kita dapat membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kaya secara emosional dan spiritual. (*)

Keranjang belanja

No products in the cart.

Return to shop

Salmah Publishing

Selamat datang di Toko Kami. Kami siap membantu semua kebutuhan Anda

Selamat datang, ada yang bisa Saya bantu